Balita Jatuh dari Tempat Tinggi, Jangan Panik! Lakukan Pertolongan Pertama
Beberapa waktu yang lalu saya sempat menjumpai potongan video cctv, balita jatuh dari balkon lantai 2. Anak tersebut menangis dan ibunya bertanya bagaimana sang anak keluar rumah padahal pintu dalam keadaan terkunci. Sang anak menjawab sambil menangis dan menunjuk arah balkon lantai 2. Sontak sang ibu kaget dan mencoba menanyakan ulang jawaban dari buah hatinya itu. Dari percakapan keduanya, nampaknya mereka berasal dari negeri tirai bambu, China.
Yang jadi perhatian saya, tindakan apa ya yang selanjutnya akan diambil oleh sang ibu?
Kejadian seperti ini bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, itu sebabnya orang tua harus ekstra berhati-hati dan tidak lengah dalam mengawasi anak-anaknya.
Dilansir dari Starship, anak usia 0-4 tahun paling berisiko terjatuh baik di dalam rumah maupun sekitar rumah serta dari peralatan bermain. Di usia inilah anak sedang aktif-aktifnya bergerak sehingga resiko terjatuh menjadi lebih tinggi.
Lalu bagaimana penanganan anak yang terjatuh, terutama dari tempat yang tinggi seperti pada kasus di atas?
Keparahan akibat terjatuh dapat dilihat dari beberapa hal seperti ketinggian jatuhnya anak, apakah anak terbentur sesuatu dan di tempat mana ia mendarat. Apabila anak terjatuh dari ketinggian lebih dari 90 cm, hal ini bisa menyebabkan cedera yang cukup serius maupun respon menangis karena merasa kaget.
Jadi orang tua perlu mengatasi rasa panik apabila anak menangis dan segera melakukan pertolongan pertama.
1. Cek kondisi anak, adakah luka atau perasaan mual dan pusing.
2. Apabila ada pendarahan segera hentikan dengan menekan luka menggunakan kain bersih dan datang ke faskes terdekat.
3. Apabila terdapat benjolan pada kepala akibat terbentur kompres menggunakan air dingin selama 5 - 10 menit.
4. Pantau kesadaran dan perasaan pusing, mual serta muntah. Apabila kesadaran menurun segera bawa anak ke faskes terdekat.
Komentar
Posting Komentar